Hadiah Bagi Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Oleh: KH. Rahadi Masúd
Ada seseorang memberi hadiah sekeranjang buah apel kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Namun hadiah itu beliau tolak dan dikmbalikan kepada pemiliknya, padahal beliau sangat menginginkan apel itu. Karenanya ada orang berkata kepada beliau, “Wahai Khalifah, bukankah Rasulullah juga menerima hadiah?”.
”Hadiah buat Rasulullah SAW adalah halal, sedangkan bagi kami (pejabat) adalah suap. Memakannya adalah haram di atas haram. Seluruh hadiah kepada pejabat pasti mengandung peribahasa yang berbunyi: “Ada udang di balik batu.”

Komentar (1) »

Peringatan-peringatan Allah SAW dalam Hadits Qudsi

Oleh: Miftahuddin

Allah SAW berfirman:

Kesanggupanmu untuk meninggalkan sedikit maksiat saja lebih ringan di banding dengan kesanggupanmu untuk menanggung siksa di neraka Jahannam yang tak terbilang banyaknya. Sesungguhnya siksa neraka Jahannam itu amat dahsyat.

Sedangkan kesanggupanmu untuk melaksanakan sedikit saja dari perintah Allah SAW akan menyebabkan ketentraman dan kenikmatan hidup selamanya.

Wahai manusia! Percayalah dengan sungguh-sungguh atas jaminan yang Kuberikan kepadamu sebelum memberikan rezekimu pada orang lain.
Hindari kegilaan pada dunia sebelum Ku-jauhkan dunia dari dirimu, bersihkan dirimu dari sesuatu yang tidak jelas status hukumnya, sebelum amal kebajikanmu terhapus di hari pertanggung jawaban amal kelak.

Wahai manusia! Barangsiapa tergila-gila pada surga, maka ia akan segera melakukan kebajikan. Barang siapa yang takut pada siksa api nereka. Maka ia akan meninggalkan keburukan. Barang siapa menahan diri dari kesenangan dunia, maka ia akan meraih kedudukan yang tinggi.

Barangsiapa gila publikasi dalam beramal tak ada bedanya dengan menggendong air untuk di pindahkan ke atas gunung, ia hanya memperoleh payah dan capek. Amal perbuatannya tertolak sama sekali. Tatkala gunung itu telah menyatu dengan air, sedikitpun gunung itu tidak meleleh.

Wahai manusia! Ketahuilah bahwa Aku tidak akan pernah menerima amal perbuatan yang tidak di dorong untuk mencari keridhoan-Ku semata. Amat beruntung orang-orang yang ikhlas!.

Sebanyak engkau berinfaq, sebanyak pula Aku memberi rezki padamu. Seberapa pula tingkat kekikiranmu, sekedar itu pula Aku menahan rezkimu.

Komentar bertahan »

Mengenang Habib Ahmad bin Thalib

Oleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Ali Imran: 130)

Salah satu tradisi yang berlaku di daerah kita adalah mengenang jasa-jasa ulama dengan cara memperingati hari meninggalnya ulama. Tradisi seperti ini perlu untuk dipertahankan karena dapat memotivasi generasi sekarang untuk meniru tindak tanduk dan perilaku para ulama dalam menyebarkan dakwah Islam di tengah-tengah  masyarakat.

Selain itu, tradisi seperti ini juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam, karena biasanya dalam memperingati hari meninggalnya ulama yang sering diistilahkan dengan haul, diselenggarakan acara-acara religius. Misalnya, membaca Al-Qur‘an, tahlil, shalawat, sedekah, dan lainnya.

Salah satu ulama yang jasa-jasanya senantiasa dikenang oleh masyarakat Pekalongan adalah Habib Ahmad bin Thalib. Beliau dilahirkan di kota Hajren, Hadramaut, Yaman, pada 1255 Hijriah atau 1836 Masehi. Pada masa mudanya, beliau menuntut ilmu di Makkah dan Madinah. Salah satu guru beliau yang terkenal adalah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Kriteria sahabat Nabi Muhammad saw (bagian dua)

Oleh: Ust.Drs.H.Abdul Fattah Yasran

Perowi (orang yang meriwayatkan) hadits dapat ditandai kalau beliau itu sahabat Nabi dengan:

  1. Tawatur (berita yang sangat meluas sehingga tidak mungkin berita itu bohong) seperti kesahabatannya para Khulafa’ur Rosyidin yang empat, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radliyallahu anhum.
  2. Berita yang santer dan terkenal tapi belum sampai ke derajat tawatur  seperti Dlomam bin Tsa’labah dan Ukasyah bin Muhson.
  3. Riwayat dan cerita dari salah seorang sahabat yang lain yang menceritakan bahwa perowi itu seperti Khumamah bin Abi Khumamah Addausy yang meninggal di Asbihan. Sahabat Abu Musa Al-Asy’ary menyaksikan/jadi saksi bahwa Khumamah pernah mendengar Nabi Muhammad saw.
  4. Pengakuan beliau sendiri bahwa beliau pernah bersama Nabi, setelah diketahui tentang kejujurannya dan hidupnya semasa dengan Nabi.
  5. Riwayat dan berita dari salah seorang tabi’in (orang yang menyaksikan para sahabat Nabi) yang mengatakan bahwa perowi itu sahabat, dengan bukti diterimanya kebersihan dan kejujuran dari seorang yang adil. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

SAHABAT NABI (Bagian Pertama)

Oleh: Ust.Abdul Fattah Yasran

Sudah maklum dan tak perlu disangsikan bahwa peran para sahabat Rosul Nabi Muhammad SAW terhadap penyebaran risalah Rasulillah SAW, ajaran syari’at Islam keberbagai pelosok dunia sangatlah besar sekali. Ajaran syari’at Islam sampai kekita, kita pelajari, kita amalkan dan kita mendapatkan kemulian di sisi Allah SWT tidak ada lain berkat jasa mereka, kegigihan mereka dalam menyebarkan dan memperjuangkan Islam, Izzul Islam wal muslimin.

Maka sangat tepat dan seharusnya kita mengerti dan tahu siapa mereka, terutama para sahabat perawi hadits, agar kita tahu tentang perhatian mereka terhadap sunnah Nabi (sabda, tauladan dan ketetapan Nabi ketika beliau masih hidup) dan tentang kegemaran dan kecintaan mereka untuk menemukan dan melaksanakan sunnah-sunnah Nabi.

Siapa sahabat itu? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Membudayakan Rasa Malu

maluOleh: H. Yasir Maqosid, Lc
(Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan)
Rasulullah saw bersabda, “Iman terdiri atas lebih dari tujuh puluh bagian. Bagian tertinggi adalah ucapan, Lâ Ilâha Illallâh, sedangkan bagian terendah adalah menyingkirkan sesuatu di tengah jalan yang dapat membahayakan. Adapun rasa malu adalah salah satu bagian dari keimanan.”(HR Bukhari dan Muslim)
Salah satu hal yang membuat bangsa ini mengalami keterpurukan dalam segala bidang adalah hilangnya rasa malu.
Padahal malu merupakan perisai manusia dari melakukan perbuatan dosa. Jika manusia sudah tidak punya rasa malu, maka dia akan berbuat apa saja, bahkan melakukan perbuatan yang lebih rendah daripada binatang. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Isra’ Mi’raj dan Kewajiban Shalat

masjid al-aqshaOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Wakil Pengasuh Ponpes Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan Selatan)

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Israa`: 1)

Allah swt memuliakan Rasulullah saw dengan menganugerahkan perjalanan langit, sebagai hiburan dan untuk menenangkan hati beliau yang mulai letih menghadapi sikap penentangan dari orang-orang musyrik. Ini merupakan perjalanan satu-satunya dalam sejarah para nabi dan rasul. Perjalanan tersebut adalah perjalanan Isra’ dan Mi’raj. Allah memperjalankan jasad dan ruh Rasulullah saw dari Masjidl Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq. Selanjutnya beliau melaksanakan shalat bersama para nabi di Masjidil Aqsha. Setelah itu beliau ditemani malaikat Jibril naik menuju langit pertama hingga langit ke tujuh. Pada saat melewati tujuh langit tersebut, beliau berjumpa dengan para nabi, yakni Nabi Adam a.s., Yusuf a.s., Idris a.s., Isa a.s., Yahya bin Zakariya a.s., Harun a.s., Musa a.s., dan Ibrahim a.s. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Memuliakan Para Ulama dan Orang yang Bertakwa

ulama pewaris nabiOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan Selatan)

Memuliakan para ulama dan menghormati orang-orang yang bertakwa merupakan salah satu akhlak yang luhur. Tiap hari kita diperintahkan untuk melakukan itu tidak kurang dari sepuluh kali. Setiap kita melaksanakan shalat, tentunya kita akan memuliakan para ulama sebagaimana dalam bacaan tasyahud: Segala kehormatan teruntuk Allah beserta shalawat yang bertabur kebaikan. Semoga salam beserta rahmat dan berkah dari Allah senantiasa tercurah atasmu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah atas kita dan atas hamba-hamba Allah yang shalih… Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Perangkap-perangkap Iblis

perangkapOleh: Abdul Mun’im, S.Pd.I

Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Iblis berkata: “Ya Tuhan!, Engkau telah menurunkan Adam (ke muka bumi) dan mengetahui akan ada kitab-kitab dan utusan-utusan, lalu apakah kitab-kitab dan utusan-utusan mereka?” Allah berfirman: “Utusan-utusan mereka adalah para Malaikat dan para Nabi dari mereka sendiri. Lalu kitab-kitabnya adalah Taurat, Zabur, Injil dan al-Furqan.” Iblis bertanya: “Dan apakah kitabku?”Allah berfirman: “Kitabmu adalah al-Wasyem (yaitu lukisan-lukisan di badan dengan jalan melukai). Bacaanmu adalah syair-syair. Utusan-utusanmu adalah para dukun. Makananmu adalah sesuatu yang tidak disebutkan nama Allah atasnya. Minumanmu adalah setiap yang memabukkan. Kebenaranmu adalah dusta. Rumahmu adalah kamar-kamar mandi. Perangkap-perangkapmu adalah wanita-wanita. Muadzinmu adalah seruling dan masjidmu adalah pasar-pasar.” (HR. Thabrani dan Ibnu Abbas).

Nah, dari hadits qudsi diatas bisa disimpulkan beberapa poin penting yang harus selalu kita perhatikan dan menjadi pelajaran, diantaranya:

Pertama, larangan bertato. Rasulullah saw sendiri mengutuk keras bagi orang yang bertato. “Anna Rasulallahi shallallahu ‘alaihi wasallam la’anal-washilata wal-mustaushilah wal-waasyimah wal-mustausyimah.” (Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya Rasulullah saw mengutuk orang yang menyambung rambutnya, meminta sambung rambutnya, orang yang bertato dan orang yang minta dirajah pada kulitnya (badannya).) (HR.Bukhari dan Muslim) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Rizki yang Diberikan Allah kepada Orang-orang yang Berjihad

mujahidAbdurrahman bin Zaid bin Aslam bercerita, suatu ketika sepasukan perang yang dipimpin oleh Muhammad bin Al-Munkadir berangkat di musim panas. Ketika rombongan sudah mulai berangkat di tengah jalan salah seorang prajurit ada yang berkata, “Aku sangat ingin keju dan kurma.”

Mendengar ini Muhammad bin Al-Munkadir berkata, “Mintalah makanan kepada Allah, niscaya Dia akan memberi kalian makanan, karena Dialah yang Mahakuasa.” Akhirnya rombongan tersebut berdoa. Tidak selang beberapa lama tiba-tiba mereka menemukan keranjang berisi kurma yang diikat. Seakan-akan dibawa oleh banjir. Di dalamnya berisi kurma dan keju. Ada seorang prajurit yang kemudian berkata, “Jika saja di sini ada madu.”

Muhammad lalu berkata, “Sesungguhnya Dzat yang telah memberi makan kalian di sini berupa keju, juga mampu untuk memberi makanan kalian berupa madu. Mintalah kalian kepada-Nya.” Kemudian rombongan tersebut berdoa. Belum jauh rombongan itu berjalan tiba-tiba mereka melihat di tengah jalan ada bejana yang berisi madu. Mereka lalu menghampirinya dan memakannya. Selanjutnya mereka memanjatkan puji dan bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka.

Komentar bertahan »

Imam Hambali Si Pencinta Hadits Nabi

pemudaOleh: KH. Rahadi mas’ud

Pada suatu hari Imam Hambali mendengar kabar bahwa di wilayah Wara Annahr ada seorang yang mempunyai hadits Nabi dengan tiga urutan perawi hadits. Demi membuktikan kebenaran hadits itu, serta memperoleh haditsnya, maka pergilah Imam Hambali ke wilayah tersebut.

Setelah bertanya kesana kemari, berjumpalah beliau dengan orang tersebut. Orang tersebut sedang memberi makan seekor anjing di halaman rumahnya. Kemudian Imam Hambali mengucapkan salam dan dijawab orang itu, namun ia tetap memberi makan anjing dan tidak meladeni Imam Hambali. Sehingga hati Imam Hambali geram.

Setelah anjing itu kenyang dan pergi, berkatalah orang itu kepada Imam Hambali, “Mungkin hatimu tidak senang atas tindakanku tetap meladeni anjing itu dan tak menghiraukan kamu.” Imam Hambali diam, namun hati beliau membenarkan kata orang tersebut. Kemudian orang itu berkata, “Aku mendengar dari Abu Zinad. Abu Zinad dari A’raj. A’raj dari Abi Hurairah. Abu Hurairah dari Nabi SAW. Nabi bersabda: “Barangsiapa yang memutuskan harapan orang yang mengharapkan bantuannya maka Allah akan putuskan harapannya di hari kiamat nanti dan ia tak akan masuk surga.” Anjing itu bukan milik orang wilayah sini, tapi anjing pendatang. Ia lapar dan datang padaku butuh makan, maka aku takut kebutuhannya akan ampunan Allah di hari kiamat nanti diputus karena aku meladeni engkau dengan memutuskan memberi makan anjing itu. “lalu beliau berkata, “Terima kasih atas keterangannya.” Kemudian beliau permisi pulang setelah mengucapkan salam.

Komentar bertahan »

Keutamaan Berbakti Pada Orangtua

keluargaOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Syafii Akrom-

Jenggot Pekalongan Selatan)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua.” (An-Nisa’: 36)

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berbakti kepada orangtua. Perintah berbakti senantiasa mengiringi perintah untuk tidak menyekutukan Allah. Hal ini memiliki arti betapa pentingnya berbakti kepada orang tua.

Berbakti kepada orangtua adalah dengan cara menaati perintah orangtua, mengedepankan kepentingan orangtua daripada kepentingan diri sendiri, serta berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk orangtua.

Adapun buah yang akan dipetik oleh anak yang berbakti kepada orangtuanya adalah sebagai berikut:

1. Doanya mustajab

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim dikisahkan ada tiga orang yang bermalam di sebuah gua. Tiba-tiba gua itu tersumbat oleh batu besar. Salah satu dari tiga orang itu adalah orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Maka orang itu dan Allah mengabulkan doanya, sehingga batu besar tersebut bergeser sehingga ketiganya bisa keluar dari gua dengan selamat. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »