Peran Umat Islam dalam Peristiwa 10 November

Banyak orang yang sudah mulai melupakan peristiwa 10 November 1945 dimana pada waktu itu terjadi sesuatu besar yaitu kemenangan bangsa Indonesia mengusir penjajah yang ingin kembali menjajah. Kemenangan tersebut dimotori oleh umat Islam yang dipimpin oleh para ulama dan kyai.

Peristiwa 10 November sangat erat kaitannya dengan seruan Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari. Seruan  tersebut berupa perintah untuk segera meneriakkan perang suci melawan penjajah yang ingin berkuasa kembali, dan disambut rakyat dengan semangat berapi-api. Akhirnya meletuslah peristiwa 10 November 1945. Para kiai dan pendekar tua membentuk barisan pasukan non reguler Sabilillah yang dikomandani oleh KH. Maskur. Para santri dan pemuda berjuang dalam barisan pasukan Hisbullah yang dipimpin oleh H. Zainul Arifin. Sementara para kiai sepuh berada di barisan Mujahidin dipimpin oleh KH. Wahab Hasbullah. Disamping itu, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari meminta Bung Tomo supaya senantiasa meneriakkan kalimat “Allahu Akbar!!” untuk membakar semangat para pemuda. Inilah jasa besar Bung Tomo yang saat itu berperan sebagai orator perang.

Ada tiga poin penting dalam Resolusi Jihad. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Melihat Program Budidaya Sapi dan Susu Perah di Ponpes Syafi’i Akrom

PROGRAM pengelolaan sapi telah dilaksanakan sejak tahun 2007 hingga sekarang. Dalam kurun waktu tersebut selalu berganti-ganti pengelola. Sebelumnya program ini dilaksanakan oleh Pengurus Pondok dengan Ustad Azhari sebagai pihak pengelola.
Akan tetapi mulai bulan Februari 2010, program ini dikelola oleh Yasir Maqosid Lc. Dengan pengelola yang baru ini, diharapkan lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas sapi perah, meningkatkan income untuk pondok, dan bisa memenuhi setoran ke kas daerah.
Ternyata harapan tersebut mulai menjadi kenyataan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa barometer berikut, antara lain populasi sapi sebelum pengelola baru berjumlah 9 ekor, yaitu 6 ekor sapi dewasa dan 3 ekor pedet. Adapun sekarang populasinya bertambah menjadi 12 ekor, yaitu 7 ekor sapi dewasa dan 5 ekor pedet. Jika dilihat dari segi kualitas juga cendrung mengalami peningkatan.
“Sebelumnya, dari 6 ekor sapi dewasa, semuanya merupakan sapi yang sudah tua (berumur rata-rata 6 tahun ke atas) dan produksi susunya sudah mulai berkurang. Sedangkan sekarang, dari 7 ekor sapi betina, hanya 2 yang sudah tua, sementara 5 sapi lainnya masih muda, baru laktasi pertama,” ungkap Yasir, kemarin.
Dia menjelaskan, jika sebelumnya tidak ada setoran ke kas daerah, karena pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang. Namun sekarang ini dari hasil penjualan sapi dapat untuk menyetor ke kas daerah Rp 200.000 per bulan.
“Bahkan mulai Mei 2011 ini, setoran ke kas daerah ditingkatkan menjadi Rp 400.000 per bulan. Insya Allah kami optimis bisa melampaui target tersebut,” terangnya.
Keberadaan sapi perah yang dikelola tersebut, juga dirasakan sangat bermanfaat bagi pondok pesantren. Salah satunya santri pondok pesantren Syafi’i Akrom yang kini memiliki ketrampilan dalam berwirausaha yaitu dengan berjualan susu sapi murni setiap pagi dan sore.
Biaya operasional pondok juga bisa terpenuhi dari hasil susu sapi yang dijual para santri. Terlebih tingkat permintaan akan susu setiap harinya stabil dan tingkat lakunya pun tinggi. Artinya hampir tidak ada susu yang tersisa.
Selain itu, ada beberapa lembaga pendidikan setingkat TK yang melakukan wisata edukatif ke Pondok Pesantren Syafi’i Akrom dalam rangka belajar budidaya sapi dari mulai memberi makan sapi sampai memasak susu sapi. Selain itu, banyak manfaat lainnya yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung.
Meski terdapat banyak peluang yang positif, namun dalam mengelola sapi tersebut masih menemui beberapa kendala antara lain, ada 2 ekor sapi yang sudah bunting tua, sehingga produksi keseluruhan berkurang. Ada pula beberapa sapi yang produksinya di bawah 10 liter per hari.
“Dengan keadaan yang demikian, akan mengurangi pemasukan, meskipun biaya perawatannya sama,” ujarnya. Selain itu, kekurangan modal untuk menambah keberadaan sapi perah, padahal saat ini kekurangan susu dan butuh sapi perah lagi untuk menambal kekurangan ini.
Pengelolaan sapi dan susu sapi tersebut memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan. Karena terbukti telah memberi manfaat secara sosial maupun finansial, maka diharapkan ada program-program berkelanjutan yang dapat dilaksanakan.
Mengingat keberadaan lahan kosong yang masih cukup luas yaitu sekitar 2 hektar, maka potensi yang dapat dikembangkan pengolah limbah sapi perah menjadi pupuk organik, penanaman lahan kosong dengan tanaman yang produktif dan bernilai ekonomis, budidaya ikan air tawarm, membuat Kawasan Wisata Edukasi Mix Farming dan menjadikan Pondok Pesantren sebagai percontohan bagi usaha agrobisnis. (*) Sumber: Radar Pekalongan

Komentar bertahan »

Petunjuk Al-Qur`an

Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.”
(Al-Isra`: 9-10)

Komentar bertahan »

Hijrah di Jalan Allah

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisaa`: 100)

Komentar (1) »

Kesempatan Emas Mengiringi Muharram

Oleh: Ust. H. Agus Hidayatulloh, Lc*

Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram….” (QS. At-Taubah [9]: 36)

Secara etimologi, haram berarti suci. Maksud dari bulan haram seperti disebutkan ayat ini memang bulan suci. Kitab-kitab turats menjelaskan bahwa bulan suci sebagaimana disebutkan dalam ayat tadi yaitu tiga bulan berturut-turut, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram; ditambah Rajab. Jadi, saat ini kita berada pada salah satu bulan suci: Muharram. Bahkan, dalam Shahih Muslim, terdapat sebuah hadits yang menyebutkan bahwa bulan Muharram tidak saja merupakan bulan suci, malah Muharram disebutkan sebagai syahrullah alias bulan Allah.

Sungguh, betapa mulia bulan yang tengah kita jejaki ini sampai-sampai bulan ini disandingkan dengan lafadz jalalah: Allah. Tentu saja kita juga harus menjejali bulan ini dengan amalan-amalan yang mulia. Jangan sampai kesempatan emas yang ada dalam bulan ini terlewat begitu saja tanpa makna.

Dua hari yang lalu, Selasa (7/12/2010) umat Islam merayakan datangnya tahun baru hijriah. Sudah tidak asing lagi bahwa setiap pergantian tahun, kita dianjurkan untuk berdoa. Itulah salah satu kesempatan emas yang mengiringi Muharram. Tentu saja pada Senin sore kemarin, tepatnya setelah shalat ashar, kita tidak lupa membaca doa akhir tahun, lalu dilanjutkan membaca doa awal tahun usai shalat maghrib. Namun, jika karena suatu halangan kita terlupa membaca doa akhir dan awal tahun pada Senin petang kemarin, mari kita simak baik-baik kesempatan mulia yang bakal datang. Kiranya salah satu hal istimewa yang paling dekat adalah puasa Tasu’a dan Asyura, yaitu berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Tiga Perkara yang Mempererat Persaudaraan

Umar bin Al-Khattab ra berkata, “Tiga perkara yang dapat memurnikan kecintaan saudaramu terhadapmu: pertama; jika engkau bertemu dengannya, ucapkanlah salam, berbagi tempatlah dengannya di dalam majlis, dan panggillah ia dengan nama kesukaannya.”

Komentar bertahan »

Malam ini Telah Meninggal Dunia Seorang Penghuni Surga

Kisah berikut ini diceritakan oleh Ibnu Sa’ad dalam kitab Ath-Thabaqat: Ali bin Muhammad memberi tahu kami bahwa Al-Hajjaj meminta kedatangan Ibrahim An-Nakh‘i. Tetapi, yang datang malah utusan dari Ibrahim An-Nakha`i yang bernama Ibrahim At-Tamimi. Al-Hajjaj berkata, ‘Aku ingin Ibrahim An-Nakha`i.’ Ibrahim At-Tamimi berkata, ‘Aku Ibrahim.’ Al-Hujjaj lalu memerintahkan orang untuk meringkus Ibrahim At-Tamimi di rumahnya lalu membawanya ke penjara di Damaskus.

Di dalam penjara, Ibrahim At-Tamimi tidak punya naungan dari teriknya sinar matahari dan dari hawa dingin. Di penjara itu, setiap dua orang dirantai jadi satu. Ibrahim pun sakit dan kondisinya semakin parah. Saat sang ibu menjenguknya, ia tidak lagi mengenali, sampai ibunya mengajak bicara.

Tidak lama kemudian Ibrahim At-Tamimi meninggal dunia. Dalam tidurnya Al-Hajjah bermimpi mendengar seseorang berkata, ‘Malam ini di negeri ini telah meninggal dunia seorang penghuni surga.’ Ia pun bertanya kepada orang-orang apakah ada orang yang meninggal pada malam itu. Orang-orang pun menjawab, ‘Ibrahim An-Nakh‘i telah meninggal dunia di penjara.’

Komentar bertahan »

Niat Hijrah

 

 

 

 

 

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya tiap orang akan mendapatkan apa yg ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya sebagai hijrah krn Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yg ia cari atau wanita yg hendak dinikahinya maka ia hanya akan mendapati apa yang dia niati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Komentar bertahan »

Syahid yang Dimandikan Malaikat

Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah SAW yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabi’. Ketika peperangan Uhud meletus Hanzhalah baru saja dinikahkan. Oleh karena itu Rasulullah mengecualikannya dari turut serta ke medan peperangan. Namun ketika terjaga dari tidur, Hanzalah mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat. dan dalam keadaan terlalu genting.

Tanpa membuang waktu lagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub. Terjadilah pertempuran hebat sehingga banyak dari pihak Islam yang gugur syahid. Pihak musuh telah menyerang dari belakang. Dan, Hanzalah turut menjadi korban dalam keadaan sedang junub. Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat seperti mana tercantum dalam sabdanya: “Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”

Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat perlakuan yang begitu istimewa dari malaikat.

Komentar bertahan »

Jihad di Bumi Allah

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali (An-Nisaa`)

Komentar bertahan »

Sejarah Kurban

Sejarah pelaksanaan kurban oleh manusia setua peradaban manusia itu sendiri. Ritual kurban sebenarnya sudah dilakukan pada masa Nab Adam, yaitu kurban yang dilakukan oleh kedua orang putranya, Habil dan Qabil. Kisah pengorbanan Habil dan Qabil diabadikan dalam Al Qur’an yang surat Al Maidah ayat: 27, yang artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “sungguh, aku pasti membunuhnya!” Dia (Habil) berkata, “sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertaqwa.”

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

PERSAUDARAAN KARENA ALLAH

Oleh: Ust. H. Yasir Maqosid, Lc

Hubungan antar manusia selalu dinamis dan berkembang. Sebab, manusia bukanlah materi semata, bukan pula sekadar akal. Lebih dari itu, manusia juga mampunyai hati dan perasaan. Artinya, manusia punya kehidupan emosional yang tidak bisa disepelekan. Hubungan antara manusia memiliki ragam bentuk; adakalanya merupakan hubungan cinta dan persaudaraan, bisa sebatas hubungan pertemanan, hubungan yang saling menguntungkan, bahkan hubungan yang tidak harmonis karena saling membenci, dan sebagainya. Berangkat dari semua itu, maka kuat-lemahnya hubungan antar manusia sangat berbeda-beda.
Di antara nilai luhur yang menyatukan manusia adalah persaudaraan, yaitu persaudaraan yang dilandasi karena Allah swt. Selaras dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tali keimanan yang paling kuat adalah engkau saling mencintai karena Allah, dan saling membenci karena Allah.” (HR. Ahmad) Artinya, dalam berinteraksi dengan orang lain yang menjadi ukurannya adalah ridha Allah. Ketika kita mencintai seseorang, dasarnya adalah karena mengharap ridha Allah. Begitu pula ketika kita membenci seseorang, dasarnya karena mengharap ridha Allah dan takut terhadap siksa Allah.
Adapun saling mencintai karena Allah memiliki banyak sekali manfaat antara lain :
1. Mencintai karena Allah menyebabkan Allah mencintai kita.
Ketika kita mencintai seseorang didasari mengharap ridha Allah, maka Allah akan mengetahui hal itu dan memberi balasan berupa rasa cinta dan ridha-Nya kepada kita. Sedangkan ketika dua orang sahabat saling mencintai karena Allah, maka yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar rasa cintanya kepada sahabatnya. Rasulullah saw bersabda, “Tiada dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali yang paling dicintai Allah di antara mereka berdua adalah yang paling besar kecintaannya terhadap temannya.” (HR. Ath-Thabrani) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.