Rasulullah saw adalah sosok agung yang tidak pernah mengabaikan budi baik orang lain, sekecil apa pun. Dalam sejarahnya, banyak orang-orang yang berperan serta dalam perjuangan dakwah Rasulullah, tak terkecuali para wanita. Sebagaimana kita ketahui, orang yang pertama kali membenarkan kerasulan beliau adalah seorang wanita, dialah Khadijah istri sekaligus sahabat setia yang menemani perjuangan dakwah beliau.
Saat pertama kali Rasulullah menerima wahyu di Gua Hira, beliau merasakan sesuatu yang tidak biasanya beliau rasakan. Beliau seketika pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. Saat tiba di rumah, Khadijah yang setia menyambut beliau dan menenangkan perasaan beliau dengan ucapannya, “Tidak akan terjadi apa-apa padamu. Demi Allah, sama sekali Allah tidak akan pernah membuatmu merasa kesakitan. Sungguh engkau seorang yang senantiasa menyambung sanak kerabat, mengemban amanat, menolong orang yang kehilangan, menjamu tamu dan menolong orang yang sedang kesusahan.” Mendengar ucapan Khadijah, seketika hati Nabi menjadi tenang. Khadijah bukan hanya menjadi pelipur lara di kala duka, dia juga menyokong dakwah Nabi dengan tenaga, harta, dan pikiran, tanpa pernah merasa lelah.
Bagitu pula dalam ketika orang-orang kafir memerangi Rasulullah, wanita berperan aktif dalam memberikan bantuan moral, menyemangati prajurit perang, merawat korban yang terluka, menyuplai air minum, dan ada pula yang ikut langsung terjun ke medan peperangan melindungi Rasulullah dari serangan musuh.
Terakhir, ketika menjelang detik-detik ajalnya, yang senantiasa setia merawat beliau adalah seorang wanita, dialah Aisyah ra. Dengan telaten Aisyah merawat beliau yang sedang sakit keras hingga akhirnya Rasulullah meninggal di pangkuan wanita yang mulia tersebut.
Dengan demikian, peran wanita pada masa perjuangan Rasulullah menyebarkan dakwah tidak bisa dianggap ringan. Hal ini semestinya bisa dijadikan cermin bagi para perempuan sekarang, bahwa keberadaan mereka sangat membantu dakwah Islam.
Yasir Maqosid, Lc
Pengasuh P.P. Syafi’i Akrom
Jenggot Pekalongan