Arsip untuk Februari, 2009

Islam Agama Kasih Sayang

“Siapa yang tidak sayang pada manusia, maka tidak akan disayang oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, dan Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)

Salah satu dari beberapa sifat Allah adalah Ar-Rahman (Maha Penyayang). Dengan kasih sayang Allah, ibu hamil rela mengandung bayinya selama sembilan bulan kemudian menyusuinya dan merawatnya tanpa kenal lelah. Dengan kasih sayang Allah pula, binatang yang tidak punya akal memiliki rasa sayang terhadap anaknya, bahkan induk kuda dengan hati-hati mengangkat kakinya takut jikalau mengenai dan melukai anaknya.

Agama Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar berkasih sayang. Menyayangi orang miskin dengan cara memberinya nafkah kebutuhan sehari-hari. Menyayangi anak yatim dengan cara memberi santunan. Menyayangi tetangga dengan cara memberikan pertolongan dan dengan tidak menyakitinya. Bahkan bagi setiap muslim yang mau menyayangi sesama makhluk Allah, dijanjikan oleh Allah akan mendapat ampunan-Nya sehingga kelak dimasukkan ke dalam surga. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Menyingkap Sejarah Hari Valentine

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Saat ini media-media informasi mulai marak membuat program guna menyambut Hari Valentine. Bahkan beberapa stasiun televisi sudah menyiapkan acara khusus untuk menyemarakkan hari yang oleh sebagian orang disebut sebagai hari kasih sayang ini. Padahal, sebenarnya peringatan Hari Valentine tidak lain merupakan perbuatan menyimpang yang dampaknya membawa kepada perbuatan mesum yang dipoles dengan kata “kasih sayang”.

Adapun asal muasal hari Valentine masih diperdebatkan. Dalam The World Book Encyclopedia (1998) dilukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day salah satunya festival Romawi yang disebut Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan objek hiburan. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Peranan Wanita dalam Sirah Rasulullah

pilgrim2Rasulullah saw adalah sosok agung yang tidak pernah mengabaikan budi baik orang lain, sekecil apa pun. Dalam sejarahnya, banyak orang-orang yang berperan serta dalam perjuangan dakwah Rasulullah, tak terkecuali para wanita. Sebagaimana kita ketahui, orang yang pertama kali membenarkan kerasulan beliau adalah seorang wanita, dialah Khadijah istri sekaligus sahabat setia yang menemani perjuangan dakwah beliau.

Saat pertama kali Rasulullah menerima wahyu di Gua Hira, beliau merasakan sesuatu yang tidak biasanya beliau rasakan. Beliau seketika pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk. Saat tiba di rumah, Khadijah yang setia menyambut beliau dan menenangkan perasaan beliau dengan ucapannya, “Tidak akan terjadi apa-apa padamu. Demi Allah, sama sekali Allah tidak akan pernah membuatmu merasa kesakitan. Sungguh engkau seorang yang senantiasa menyambung sanak kerabat, mengemban amanat, menolong orang yang kehilangan, menjamu tamu dan menolong orang yang sedang kesusahan.” Mendengar ucapan Khadijah, seketika hati Nabi menjadi tenang. Khadijah bukan hanya menjadi pelipur lara di kala duka, dia juga menyokong dakwah Nabi dengan tenaga, harta, dan pikiran, tanpa pernah merasa lelah.

Bagitu pula dalam ketika orang-orang kafir memerangi Rasulullah, wanita berperan aktif dalam memberikan bantuan moral, menyemangati prajurit perang, merawat korban yang terluka, menyuplai air minum, dan ada pula yang ikut langsung terjun ke medan peperangan melindungi Rasulullah dari serangan musuh.

Terakhir, ketika menjelang detik-detik ajalnya, yang senantiasa setia merawat beliau adalah seorang wanita, dialah Aisyah ra. Dengan telaten Aisyah merawat beliau yang sedang sakit keras hingga akhirnya Rasulullah meninggal di pangkuan wanita yang mulia tersebut.

Dengan demikian, peran wanita pada masa perjuangan Rasulullah menyebarkan dakwah tidak bisa dianggap ringan. Hal ini semestinya bisa dijadikan cermin bagi para perempuan sekarang, bahwa keberadaan mereka sangat membantu dakwah Islam.

Yasir Maqosid, Lc

Pengasuh P.P. Syafi’i Akrom

Jenggot Pekalongan

Komentar bertahan »

Jalan Menuju Surga

Jalan ke SURGA“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran: 133-135)

Setiap orang muslim tentu berharap masuk surga dan selamat dari api neraka. Segala amal kebajikan dilakukan dan amal buruk ditinggalkan tidak lain untuk mendapat ridha Allah sehingga pada Hari Kiamat kelak menjadi penghuni surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga yang demikian luas itu oleh Allah hanya disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Siapakah orang yang bertakwa itu? Dalam surat Ali Imran ayat 134-135 dijelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa. Baca entri selengkapnya »

Komentar (23) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.