Arsip untuk Maret, 2009

Mendulang Pahala di Hari Jum’at

Oleh: H. Yasir Maqosid, Lc

dsc03082-copyAllah swt adalah Dzat yang Maha Pemurah. Dia akan memberikan pahala berlipat ganda bagi setiap insan yang mau beribadah kepada-Nya. Allah swt juga memberi keistimewaan pada waktu-waktu tertentu, salah satunya adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at, Allah memberinya keistimewaan sebagai berikut:

1. Hari dihapuskannya dosa-dosa.

Salman Al-Farisi menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan, dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Bukhari)

2. Merupakan Hari Terbaik.

Rasulullah saw bersabda, Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Mendapat Hadiah Lebih Besar

harun-rasyidPada suatu siang Abu Nawas kebetulan sedang barada di istana ketika raja Harun Ar Rasyid sedang sibuk menerima rombongan tamu dari kerajaan sahabat. Saat itu hanya ada dua orang pelayan saja. Abu Nawas diminta untuk membantu para pelayan itu.

Ketika Abu Nawas sedang membawa mangkok gulai yang masih panas untuk hidangan makan siang, tiba-tiba kakinya terpeleset. Gulai yang dibawanya tumpah dan sebagian mengenai kaki sang raja.

Sebenarnya sang raja sangat marah atas kejadian tersebut. Tetapi karena banyak tamu ia tahan kemarahannya. “Ma’afkan tuan-tuan, atas kelakuan pelayan kami yang kurang ajar tadi”, kata raja.

Dari balik pintu tiba-tiba Abu Nawas membaca sepotong ayat Al-Qur’an, “Orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya…”

“Ya, aku memang sedang menahan amarah”, sahut raja.

“Dan mema’afkan kesalahan orang…”, sambung Abu Nawas meneruskan ayat.

“Baik, aku ma’afkan kesalahanmu”, sahut raja.

“Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”, sahut Abu Nawas mengakhiri ayat.

“Hai pelayan, kemari! Ini terimalah uang lima ratus dirham sebagai hadiah”, kata raja kepada Abu Nawas. “Lain kali tolong kamu siram lagi kakiku dengan gulai, biar kamu bisa menerima hadiah lebih besar lagi dariku,” raja melanjutkan ucapannya.

Komentar (2) »

Hadits ke 6 Arba’in An-Nawawi

Hadits ke 6 ini menerangkan tentang hukum Islam yang sudah jelas antara yang halal dan yang haram, sedangkan di antara keduanya terdapat sesuatu yang samar, disebut sebagai syubhat.

Rekaman ini dapat di download di sini

Komentar bertahan »

ABU BAKAR AR-RAZI

abu-bakar-ar-raziNama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi. Dilahirkan di propinsi Rayy, Iran pada tahun 240 H (854 M) dan wafat pada tahun 311 H (923 M). Dia merupakan dokter muslim terbesar dan guru besar dunia Islam dan Eropa di bidang ilmu kedokteran. Dia juga seorang filsuf dan ahli kimia yang telah berhasil mengembangkan kimia setelah dasar-dasarnya dirumuskan oleh Jabir bin Hayyan, hingga dia mampu membuat berbagai penemuan kimia modern berdasarkan penelitian dan eksprimen.

Ar-Razi memiliki penemuan ilmiah besar dalam bidang kedokteran dan kimia. Dia memiliki hasil studi penting dan bernilai dalam bidang filsafat. Dia menulis sebanyak kurang lebih 200 buku. Kebanyakan dari buku-buku ini ditulis dalam bidang kedokteran, farmasi, kimia dan filsafat. Disamping itu, buku karangannya yang lain juga juga ditulis dalam ilmu astronomi, fisika, matematika, musik dan ilmu-ilmu keagamaan. Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Abdullah Al-Khuwarizmi

khuwarizmiDia bernama Abdullah Muhammad bin Musa Al-Khuwarizmi. Dilahirkan pada tahun 164 H (780 M) di daerah Khuwarizm di Asia Tengah (Anatolia) dan wafat di Baghdad pada tahun 232 H (847 M).

Al-Khuwarizmi memiliki memiliki beberapa hasil penelitian ilmiah dan buku-buku yang dikarang di bidang matematika (menghitung, aljabar, dan geometri), astronomi, geografi, dan musik. Dia mendapatkan kepercayaan dari dua khalifah; Al-Ma’mun dan Al-Watsiq, sehingga keduanya menyerahkan tugas-tugas penting kepadanya dan menugaskannya untuk mengadakan riset-riset ilmiah.

Penemuan ilmu Al-Jabar

Ilmu Aljabar adalah ilmu peninggalan Arab-Islam dan karya dari Al-Khuwarizmi. Dia menggagas ilmu ini dan menjadikannya sebagai ilmu tersendiri yang terpisah dari ilmu hitung. Asal mula penamaannya adalah bahwa ketika dia menggagas ilmu Aljabar, dia menulis sebua buku penting yang berjudul Aljabar wal Muqabalah. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Mencari Pemimpin Sejati

yasser_arafat_02_smallOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot)

Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)

Sebentar lagi rakyat Indonesia akan mengikuti pesta demokrasi yang digelar dalam bentuk pemilihan umum (Pemilu). Jauh-jauh hari sebelum Pemilu, para caleg (calon legislatif) sudah “nampang” dengan berbagai gaya dan janji-janji manis. Namun benarkah para caleg itu sudah siap untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat? Benarkan mereka akan memperjuangkan aspirasi rakyat? Apakah tujuan mereka mencalonkan diri untuk kemajuan bangsa ataukah hanya demi mengeruk keuntungan diri sendiri? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Raja Adil dan Raja Zhalim

rajaPada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka
seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Di bawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya. Hingga akhirnya ada seorang rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan.

Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini. Meskipun raja menyedari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul ke permukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu. Aneh bin ajaib walaupun belum musimnya, temyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Yahudi Sudah Masuk Indonesia?

Oleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Pengasuh Pon.Pes Syafi’i Akrom Jenggot)

zionisKalau kita membaca kisah para nabi di dalam Al-Qur`an semuanya berisi kebaikan dan keutamaan. Bahkan semua ayat tentang nabi sering dijadikan sebagai dasar ajaran agama Islam yang dibawa Rasulullah saw. Ini sangat berbeda dengan ayat-ayat yang mengisahkan tentang Bani Israel atau orang-orang Yahudi yang hampir semuanya mengungkapkan watak-watak kebohongan, keangkuhan, kebencian, kezhaliman, pembunuhan, penyimpangan dan karakter-karakter lainnya.

Di antara kebohongan orang-orang Yahudi yaitu pengakuannya tentang tanah Palestina yang dijanjikan dan tentang perintah untuk membunhuh seluruh bangsa Palestina dari anak-anak, wanita, sampai orang tua. Pengakuan lainnya adalah bahwa Nabi Ibrahim adalah dari orang-orang Yahudi dan sebagainya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Sejarah Yahudi di Palestina

4jew-for-palestineNama Yahudi diambil dari Yahuda. Yahuda adalah salah seorang putra nabi Yakub yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Sulaiman meninggal. Sedangkan nama Israel—sebagaimana disebutkan dalam kitab suci umat yahudi—adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub.

Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Mereka lalu berbuat kerusakan-kerusakan di muka bumi dengan tujuan ingin menjadi penguasa dunia. Bahkan, mereka juga mengaku sebagai anak Tuhan. Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

pembagian-santunanSalah satu tradisi baik masyarakat di Pekalongan pada bulan Muharram ini adalah menyantuni anak yatim. Kegiatan ini biasanya dilakukan di masjid, mushalla, majlis taklim maupun yayasan-yayasan. Adapun orang yang menyantuni anak yatim oleh Rasulullah saw dijanjikan akan bersama beliau di surga, sebagaimana sabda beliau, Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Islam Mengajarkan Peduli Lingkungan

sungai-bersihOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaiknya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf: 56)

Dewasa ini musibah bertubi-tubi menimpa bangsa Indonesia, terutama musibah tanah longsor dan banjir. Bahkan, kota Pekalongan juga tak luput dari banjir setiap kali hujan deras mengguyur kota yang terkenal dengan industri batiknya ini. Ketika banjir melanda, otomatis produksi batik akan tersendat sehingga menyebabkan roda ekonomi juga tidak berputar dengan baik.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (5) »

Adu Kesombongan

Tiga orang tua sedang berkumpul di sebuah rumah seorang kiai. Kebetulan ketiga orang ini termasuk yang sukses secara materi. Mereka berbincang-bincang dengan seru.

Orang tua pertama, berkata, “Alhamdulillah, Allah telah memberi-kanku rezeki yang berlimpah ruah. Hidupku sangat bahagia, punya 5 rumah mewah, kendaraan mewah 8 buah dan 15 perusahaan yang dikelola anak-anakku.”

Orang tua kedua berkata, “Saya juga sangat bersyukur, lima anak saya bergelar doktor. Mereka menjadi rebutan para pengusaha terkenal, gaji mereka di atas 30 juta. Saya sebagai orang tuanya hidup sangat bahagia.”

Orang tua ketiga berkata, “Alhamdulillah, saya ini punya istri empat dan 8 anak. Semua anak saya sudah mapan, 4 orang menjadi asisten menteri, 4 orang menjadi direktur di perusahaan asing. Mereka semuanya sangat baik, jadi saya bisa bermain ke mana saja dengan fasilitas anak-anak.”

Dan pak kiai pun ikut berkata, “Wah, Alhamdulillah semua yang saya dengar dari bapak-bapak sangat hebat. Kalau saya jujur saja, di dunia ini belum ada yang bisa dibanggakan. Ibadah saya masih bolong-bolong, amal sangat sedikit. Bagaimana saya bisa hidup enak seperti bapak-bapak ini?

Mudah-mudahan, saya bisa ikut menyombongkan diri kepada bapak-bapak di akhirat nanti. Soalnya saya baru bisa melihat sukses atau tidak hidup saya dan miskin atau kaya, baru nanti di akhirat kelak. Jadi saya tidak bisa sombong sekarang.”

Ketiga orang tua itu tersenyum kecut penuh malu. []

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.