Nama Yahudi diambil dari Yahuda. Yahuda adalah salah seorang putra nabi Yakub yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Sulaiman meninggal. Sedangkan nama Israel—sebagaimana disebutkan dalam kitab suci umat yahudi—adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub.
Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Mereka lalu berbuat kerusakan-kerusakan di muka bumi dengan tujuan ingin menjadi penguasa dunia. Bahkan, mereka juga mengaku sebagai anak Tuhan.
Karena kecongkakannya itulah, Allah menghukum bangsa Yahudi sehingga akhirnya menjadi warga negara kelas kambing yang tertindas di negeri Fir’aun (Mesir). Mereka juga diusir sebagai orang buangan oleh Nebukadnezar bangsa Babilonia. Dijajah oleh Romawi. Dimusnahkan oleh Nazi, Jerman. Kesemuanya itu adalah hukuman Tuhan. Hukuman tersebut tidak membuat mereka jera, dan bertobat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta.
Nabi Daud AS, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: “bandar Daud” Sejak itu Zion menjadi tempat suci dan dikeramatkan orang-orang Yahudi yang mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu.
Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa AS tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.
Untuk mencapai cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan (keyahudian), keagamaan dengan mempergunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuannya. Zionisme memakai beberapa tipudaya untuk mengurangi dan menghilangkan sama sekali penggunaan kata “Palestina”, yakni mengganti dengan perkataan-perkataan lain yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri itu. Digunakanlah nama “Israel” untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, sebab Zionisme di Palestina identik dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran. Kaum Zionis mengambil nama Israel adalah untuk siasat guna mengelabui dan menipu publik, bahwa negara Israel itu tidak akan menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh kaum Zionis. Pada hal dalam hakikatnya secara substansial tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israel dengan Zionisme. Israel sendiri berasal dari dua kata, isra mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.
Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan “amanat” yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896.
Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina. Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.
Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.
Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini.
Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan para pejuang Islam yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Pada tahun 1967 Israel berhasil menduduki Tepi Barat. Praktis, seluruh wilayah Palestina dikuasai penjajahan Israel. Hingga saat ini, Israel dengan cara kekerasan berusaha menghancurkan pemukiman warga Palestina supaya mereka bisa menguasai seluruh tanah Palestina.
chruddyn12 berkata,
Maret 21, 2009 @ 10:11 am
Assalamu’alaikum..
Topik yg bguz..
Smga bangsa zionis israel mendapat blazan yg setimpal ataz penindasanya trhdp bgs palestina..
syafiiakrom berkata,
Maret 22, 2009 @ 1:39 pm
@ chruddyn
Waalaikum salam.
Terima kasih atas kunjungannya.
Danafia Kamil berkata,
Mei 31, 2010 @ 6:40 pm
Assalmkum…………
ternya dri pertmanya israel musuh smua bangsa didunia,”TERKUTUK” Israel………………….(Save Palestina)
masamudamasakritis berkata,
Juni 18, 2010 @ 4:07 am
wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..hancurkan israel dan amerika!!
kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
http://masamudamasakritis.wordpress.com/2010/06/09/aku-anak-palestina/
jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!
afif berkata,
Januari 25, 2012 @ 4:36 am
ayo maju terus Israel
sidik ahmad berkata,
Februari 7, 2012 @ 1:11 am
Mantab kronologi sejarah diatas. Hancurkan Yahudi Laknatulloh….. Allohuakbar”