Arsip untuk Februari, 2010

Sejarah Hari Valentine dan Hukum Merayakannya

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Saat ini media-media informasi mulai marak membuat program guna menyambut Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Bahkan beberapa stasiun televisi sudah menyiapkan acara khusus untuk menyemarakkan hari yang oleh sebagian orang disebut sebagai hari kasih sayang ini. Padahal, sebenarnya peringatan Hari Valentine tidak lain merupakan perbuatan menyimpang yang dampaknya membawa kepada perbuatan mesum yang dipoles dengan kata “kasih sayang”.

Adapun asal muasal hari Valentine memiliki beberapa versi. Dalam The World Book Encyclopedia (1998) dilukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day salah satunya adalah festival Romawi yang disebut Lupercalia.  Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan objek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut (whiplash) orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I

Dalam versi yang lain disebutkan bahwa peringatan Valentine dilakukan untuk menghormati seorang pendeta bernama St. Valentine. Dalam The Catholic Encyclopedia Vol. XV Sub Judul St. Valentine dituliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M.

Setelah mengetahui sejarah Valentine, sebagai seorang muslim hendaknya kita tidak ikut-ikutan merayakannya, sebab asal-muasalnya adalah tradisi orang-orang non-muslim. Padahal, kita diperintahkan agar tidak meniru tradisi orang-orang non-muslim. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan kaum tersebut.”

Selain itu, dalam perayaan Valentine juga kerap diwarnai dengan perbuatan-perbuatan maksiat, seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah. Perbuatan semacam itu sebenarnya tidak mencerminkan kasih sayang, karena hanya memperturutkan nafsu belaka. Oleh karena itu, haram hukumnya bagi setiap umat Islam merayakan hari ini karena bertentangan dengan syariat dan membawa kepada hal-hal yang dilarang agama. Wallahu A’lam.

Komentar (5) »

Keutamaan Shalat Berjamaah

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Islam mengajarkan pada umatnya untuk senantiasa melaksanakan shalat berjaamaah. Sebab, dengan berjamaah akan melahirkan banyak sekali hal-hal positif. Salah satunya adalah interaksi antara sesama kaum muslimin tanpa memandang status sosial. Dengan adanya interaksi seperti ini, banyak hal dapat dicapai, misalnya dapat bekerja sama dalam urusan dunia maupun akhirat, tercipta kepedulian antara satu sama lain, dan dapat tercipta masyarakat yang patuh terhadap ajaran-ajaran Islam.

Shalat berjamaah menurut mazhab Syafi’i hukumnya Fardlu Kifayah. Artinya apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakan dosa. Adapun keutamaan shalat berjama’ah antara lain:

1-      Berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian.

Rasulullah saw bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Sejarah Hari Valentine dan Hukum Merayakannya

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Saat ini media-media informasi mulai marak membuat program guna menyambut Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Bahkan beberapa stasiun televisi sudah menyiapkan acara khusus untuk menyemarakkan hari yang oleh sebagian orang disebut sebagai hari kasih sayang ini. Padahal, sebenarnya peringatan Hari Valentine tidak lain merupakan perbuatan menyimpang yang dampaknya membawa kepada perbuatan mesum yang dipoles dengan kata “kasih sayang”.

Adapun asal muasal hari Valentine memiliki beberapa versi. Dalam The World Book Encyclopedia (1998) dilukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day salah satunya adalah festival Romawi yang disebut Lupercalia.  Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan objek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut (whiplash) orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.