Khalid bin Al-Walid

Khalid bin Al-Walid lahir pada tahun 584 M. Dia adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus).  Sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid dikenal sebagai panglima kaum kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Ia gagah dan perkasa di medan perang dan ahli dalam menyusun strategi.

Pada waktu Perang Uhud melawan tentara Muslimin pimpinan Rasulullah SAW, banyak yang Syahid terbunuh di tangan Khalid bin Walid. Dengan dengan suara lantang di atas perbukitan Khalid bin Walid berkata, ”Wahai Muhammad, kami sudah menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda.”

Rasulullah saw menjawab, “Tidak, aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid. Mereka sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid. Mereka hidup di sisi Allah swt penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan. Mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akhirat menuju surga Allah, tetapi matinya tentaramu, matinya sebagai kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam”.

Kata-kata Rasulullah saw itu selalu terngiang dalam benak Khalid. Sejak itu dia penasaran akan sosok Muhammad saw. Khalid lalu mengutus mata-mata untuk memantau aktivitas Muhammad saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama akhirnya utusan Khalid melaporkan ”Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan Muhammad kepada para pasukannya. Muhammad mengatakan ‘Aku heran kepada seorang panglima bernama Khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas, tetapi kenapa dia tidak paham dengan agama Allah yang aku bawa, sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa, dia akan berjuang bersamaku. Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku.”  Kata kata mutiara tersebut disampaikan oleh utusan Khalid bin Walid kepadanya di Mekkah

Mendengar laporan tersebut semakin membuat risau Khalid hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertemu Rasulullah saw dengan menyamar hingga tidak dikenali oleh siapapa pun. Di tengah perjalanan, Khalid bertemu dengan Bilal yang sedang bedakwah kepada para petani. Khalid terperanga bagaimana mungkin Bilal budak hitam dan buta huruf  bisa berbicara seindah dan sehebat itu. Tentu itu benar perkataan dan Firman Allah Swt. Namun gerak-gerik mencurigakan Khalid binWwalid diketahui Ali bin Abi Thalib. Dengan lantang Ali berkata, ” Hai penunggang kuda, bukalah topengmu bila niatmu baik aku akan layani dengan baik dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk.” kata Ali bin Abi Thalib.

Setelah dibuka topengnya, tampaklah wajah Khalid bin Walid. Khalid berkata, ”Aku kemari punya niat bertemu Muhammad dan menyatakan masuk Islam,” kata Khalid . Wajah Ali yang sempat tegang berubah menjadi berseri-seri. Bergegas Ali menemui Rasulullah saw dan menyampaikan maksud kedatangan Khalid. Mendengar berita yang disampaikan Ali , Rasulullah saw mengambil sorban hijau miliknya lalu dibentangkan di tanah sebagai tanda penghormatan kepada Khalid yang akan datang menemuinya. Begitu Khalid datang Rasulullah saw langsung memeluknya.  Seketika Khalid berkata, ” Wahai Rasulullah, Islamkan saya.”

Selesai membaca syahadat Khalid bin Walid menanggalkan mahkotanya dan bajunya diserahkan kepada Rasulullah saw. Namun, saat Khalid akan mencopot pedangnya dan menyerahkannya kepada Rasulullah saw, beliau melarangnya, ”Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid , karena dengan pedang itu nanti engkau akan berjuang membela agama Allah bersamaku…..”

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Khalid sama sekali tidak gentar menghadapinya.

Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.

Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.

Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.
Demikianlah, Khalid bin Walid yang dulu dengan gigih menentang Rasulullah saw, setelah mendapat cahaya Islam dia akhirnya menjadi orang yang gigih membela Islam dengan seluruh jiwa dan raganya. Tidak diragukan lagi bahwa Khalid adalah pahlawan yang sangat penting dalam sejarah Islam. Semoga Allah menerima amal baiknya dan kita sebagai generasi penerusnya bisa mewarisi kepahlawanannya.

Disarikan dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: