Arsip untuk Hadits

Umat Islam Terpecah Menjadi 72 Golongan

“Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat Bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya Bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah (golongan), semuanya di Neraka kecuali satu millah saja. Dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka (yang satu golonngan itu) wahai Rasulullah?’ Beliau SAW menjawab, ‘Mereka yang mengikuti aku dan para Shahabatku.” (HR. At-Tirmidzi)

Komentar bertahan »

Keutamaan Shalat Berjamaah

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Islam mengajarkan pada umatnya untuk senantiasa melaksanakan shalat berjaamaah. Sebab, dengan berjamaah akan melahirkan banyak sekali hal-hal positif. Salah satunya adalah interaksi antara sesama kaum muslimin tanpa memandang status sosial. Dengan adanya interaksi seperti ini, banyak hal dapat dicapai, misalnya dapat bekerja sama dalam urusan dunia maupun akhirat, tercipta kepedulian antara satu sama lain, dan dapat tercipta masyarakat yang patuh terhadap ajaran-ajaran Islam.

Shalat berjamaah menurut mazhab Syafi’i hukumnya Fardlu Kifayah. Artinya apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakan dosa. Adapun keutamaan shalat berjama’ah antara lain:

1-      Berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian.

Rasulullah saw bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra) Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Keutamaan Kota Madinah

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Kota Madinah merupakan kota suci kedua setelah kota Mekkah. Karena itu, kota ini memiliki beberapa keutamaan sebagaimana kota Makkah. Di antara keutamaan kota Madinah yang penuh berkah ini adalah sebagai berikut:

1- Dijadikan Tanah Haram (Kota Suci)

Rasulullah saw menjadikan Madinah sebagai Kota Suci. Di kota inilah Islam tumbuh, berkembang, dan menyebar luas, sehingga semesta yang pada waktu itu diselimuti kegelapan jahiliyah menjadi terang benderang oleh cahaya Islam. Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya Ibrahim telah menjadian Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai Kota Suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Dan sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’nya dan mudnya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.” (HR. Muslim)

2- Jaminan Syafaat Bagi Orang yang Menanggung Kesusahan di Madinah

Sebuah kehormatan bagi penduduk Madinah karena mereka akan mendapatkan syafaat atau persaksian dari Nabi saw. Hal ini berlaku bagi mereka yang mau menanggung kesusahan dan kekurangan untuk tetap tinggal di Madinah. Hal ini tidak lain karena kemulian kota Madinah yang terkenal dengan Madinatur Rasul (Madinah tempat tinggal Rasulullah). Dalam suatu kesempatan Rasulullah saw bersabda,

Kota Madinah ini lebih baik bagi mereka sekiranya mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkan Madinah melainkan Allah akan mengganti dengan seseorang yang lebih baik lagi, dan tidaklah seseorang tetap bersabar atas kesulitan (kelaparan) dan kesusahan Madinah melainkan aku akan menjadi penolong dan saksinya pada Hari Kiamat.” (HR. Muslim) Baca entri selengkapnya »

Komentar (4) »

Peringatan-peringatan Allah SAW dalam Hadits Qudsi

Oleh: Miftahuddin

Allah SAW berfirman:

Kesanggupanmu untuk meninggalkan sedikit maksiat saja lebih ringan di banding dengan kesanggupanmu untuk menanggung siksa di neraka Jahannam yang tak terbilang banyaknya. Sesungguhnya siksa neraka Jahannam itu amat dahsyat.

Sedangkan kesanggupanmu untuk melaksanakan sedikit saja dari perintah Allah SAW akan menyebabkan ketentraman dan kenikmatan hidup selamanya.

Wahai manusia! Percayalah dengan sungguh-sungguh atas jaminan yang Kuberikan kepadamu sebelum memberikan rezekimu pada orang lain.
Hindari kegilaan pada dunia sebelum Ku-jauhkan dunia dari dirimu, bersihkan dirimu dari sesuatu yang tidak jelas status hukumnya, sebelum amal kebajikanmu terhapus di hari pertanggung jawaban amal kelak.

Wahai manusia! Barangsiapa tergila-gila pada surga, maka ia akan segera melakukan kebajikan. Barang siapa yang takut pada siksa api nereka. Maka ia akan meninggalkan keburukan. Barang siapa menahan diri dari kesenangan dunia, maka ia akan meraih kedudukan yang tinggi.

Barangsiapa gila publikasi dalam beramal tak ada bedanya dengan menggendong air untuk di pindahkan ke atas gunung, ia hanya memperoleh payah dan capek. Amal perbuatannya tertolak sama sekali. Tatkala gunung itu telah menyatu dengan air, sedikitpun gunung itu tidak meleleh.

Wahai manusia! Ketahuilah bahwa Aku tidak akan pernah menerima amal perbuatan yang tidak di dorong untuk mencari keridhoan-Ku semata. Amat beruntung orang-orang yang ikhlas!.

Sebanyak engkau berinfaq, sebanyak pula Aku memberi rezki padamu. Seberapa pula tingkat kekikiranmu, sekedar itu pula Aku menahan rezkimu.

Komentar (3) »

Kriteria sahabat Nabi Muhammad saw (bagian dua)

Oleh: Ust.Drs.H.Abdul Fattah Yasran

Perowi (orang yang meriwayatkan) hadits dapat ditandai kalau beliau itu sahabat Nabi dengan:

  1. Tawatur (berita yang sangat meluas sehingga tidak mungkin berita itu bohong) seperti kesahabatannya para Khulafa’ur Rosyidin yang empat, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radliyallahu anhum.
  2. Berita yang santer dan terkenal tapi belum sampai ke derajat tawatur  seperti Dlomam bin Tsa’labah dan Ukasyah bin Muhson.
  3. Riwayat dan cerita dari salah seorang sahabat yang lain yang menceritakan bahwa perowi itu seperti Khumamah bin Abi Khumamah Addausy yang meninggal di Asbihan. Sahabat Abu Musa Al-Asy’ary menyaksikan/jadi saksi bahwa Khumamah pernah mendengar Nabi Muhammad saw.
  4. Pengakuan beliau sendiri bahwa beliau pernah bersama Nabi, setelah diketahui tentang kejujurannya dan hidupnya semasa dengan Nabi.
  5. Riwayat dan berita dari salah seorang tabi’in (orang yang menyaksikan para sahabat Nabi) yang mengatakan bahwa perowi itu sahabat, dengan bukti diterimanya kebersihan dan kejujuran dari seorang yang adil. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

SAHABAT NABI (Bagian Pertama)

Oleh: Ust.Abdul Fattah Yasran

Sudah maklum dan tak perlu disangsikan bahwa peran para sahabat Rosul Nabi Muhammad SAW terhadap penyebaran risalah Rasulillah SAW, ajaran syari’at Islam keberbagai pelosok dunia sangatlah besar sekali. Ajaran syari’at Islam sampai kekita, kita pelajari, kita amalkan dan kita mendapatkan kemulian di sisi Allah SWT tidak ada lain berkat jasa mereka, kegigihan mereka dalam menyebarkan dan memperjuangkan Islam, Izzul Islam wal muslimin.

Maka sangat tepat dan seharusnya kita mengerti dan tahu siapa mereka, terutama para sahabat perawi hadits, agar kita tahu tentang perhatian mereka terhadap sunnah Nabi (sabda, tauladan dan ketetapan Nabi ketika beliau masih hidup) dan tentang kegemaran dan kecintaan mereka untuk menemukan dan melaksanakan sunnah-sunnah Nabi.

Siapa sahabat itu? Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.