Ini cerita sewaktu jaman orde baru. Kisahnya tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik. Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis. Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel.
Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup. Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru. Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah. Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah.
Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup. Baca entri selengkapnya »
Pada suatu hari di sebuah negara, seorang lelaki mengunjungi temannya yang dulu sama-sama mondok di pesantren dan sekarang telah terpilih menjadi seorang ketua dewan.
Tidak etis jika kita selalu menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan kepada orang lain. Hoja hampir saja terjatuh ke dalam sebuah kolam. Tapi seseorang yang tidak terlalu dikenalnya berada di dekat tempat itu dan kemudian menolongnya.
Pada suatu siang Abu Nawas kebetulan sedang barada di istana ketika raja Harun Ar Rasyid sedang sibuk menerima rombongan tamu dari kerajaan sahabat. Saat itu hanya ada dua orang pelayan saja. Abu Nawas diminta untuk membantu para pelayan itu.