Arsip untuk Sejarah Rasulullah

Sekilas Sejarah Rasulullah (3)

Dakwah Rasulullah saw

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Saat menginjak usia empat puluh tahun, Muhammad saw gemar menyendiri di gua Hira’. Di sana Muhammad saw beribadah selama beberapa malam dan hanya pulang untuk mengambil perbekalan. Hingga suatu ketika beliau didatangi malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu dari Allah yaitu surat Al-Alaq 1-5, Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq: 1-5)

Setelah mendapat wahyu untuk pertama kali, mulailah Nabi melakukan dakwah Islam. Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Sekilas Sejarah Rasulullah saw (2)

Rasulullah Sosok Pemuda Terpercaya

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Wanita pertama yang menyusui Muhammad saw setelah ibundanya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab (paman Rasulullah saw yang memusuhi ajaran dakwah beliau). Tsuwaibah pula yang mengabarkan kepada Abu Lahab tentang kelahiran Muhammad saw. Abu Lahab begitu gembira mendengar kabar kelahiran keponakannya hingga ia memerdekakan Tsuwaibah. Kerena perbuatannya ini, maka Allah memberikan keringanan siksaan kelak di neraka kepada Abu Lahab, yaitu diberi minum dari ujung jarinya.

Kemudian Muhammad saw disusui oleh Halimah As-Sa’diyyah dan tinggal di Bani Sa’ad hingga usia lima tahun. Saat di rumah Halimah, Muhammad saw mengalami peristiwa yang sangat unik, yaitu pembedahan dada. Dada beliau dibedah oleh Jibril as untuk kemudian dikeluarkan, dihilangkan noda hitam, dicuci dengan air zam-zam, dan dipenuhi dengan iman dan hikmah.

Pada usia enam tahun, Muhammad saw diajak ibunya berziarah ke makam ayahnya yang ada di Madinah. Selesai berziarah Aminah pulang membawa anaknya. Dalam perjalanan pulang, penyakit yang diderita Aminah bertambah parah, sementara keduanya masih berada di padang pasir tepatnya, di desa Abwa`. Akhirnya Aminah meninggal dunia di tempat tersebut di hadapan anaknya, Muhammad saw, yang baru berumur enam tahun. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Sekilas Sejarah Rasulullah saw (1)

Kelahiran Rasulullah saw

Oleh: Yasir Maqosid, Lc

Rasulullah saw dilahirkan di Kota Mekah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal (22 April 571 M). Pada malam ketika beliau dilahirkan, istana Kisra bergetar hebat dan empat belas balkon istananya runtuh, air danau meluap dan api yang biasa disembah oleh orang-orang Persia tiba-tiba padam, padahal selama ribuan tahun api itu tidak pernah padam. Selain itu, beberapa gereja di sekitar Buhairah runtuh dan ambles ke tanah.

Rasulullah saw dilahirkan dari ayah yang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibu yang bernama Aminah binti Wahab. Abdullah bin Abdul Muthallib meninggal dunia saat Muhammad saw masih berada dalam kandungan ibunya. Waktu itu Abdullah bersama rombongan berangkat ke negeri Syam membawa barang dagangan suku Quraisy. Sepulang dari Syam mereka pulang dan singgah sementara di Kota Madinah. Karena sakit, Abdullah tidak ikut rombongan pulang ke Mekah, hingga akhirnya dia meninggal dunia dalam usia 24 tahun dan dimakamkan di perkampungan Bani Adi bin An-Najjar di Kota Madinah.

Adapun saat Aminah mengandung Muhammad saw, sama sekali dia tidak merasakan sakit sebagaimana yang dirasakan oleh wanita pada umumnya.

Tentang kelahiran Muhammad saw, Aminah menceritakan bahwa ia melihat cahaya yang menerangi istana-istana Syam sehingga ia dapat melihat semua istana itu. Aminah bercerita, “Ketika aku melahirkannya, ia berlutut dengan kedua lututnya, memandang ke arah langit kemudian menggenggam segenggam tanah, lalu menyungkur sujud. Ia dilahirkan dalam keadaan telah terpotong tali pusarnya. Aku menyiapkan untuknya sebuah bejana, dan aku lihat tempat itu tertutup darinya. Ia menghisap ibu jarinya yang mengalirkan air susu.”

Setelah Aminah melahirkan, dia mengirim utusan ke tempat mertuanya, Abdul Muthallib, untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran cucunya. Abdul Muthallib datang dengan perasaan suka cita, lalu membawa cucunya ke dalam Ka’bah seraya berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dia memilihkan nama Muhammad, nama ini sebelumnya tidak pernah dikenal di kalangan bangsa Arab.

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.