Oleh: H. Yasir Maqosid, Lc
(Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan)
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Ali Imran: 130)
Salah satu tradisi yang berlaku di daerah kita adalah mengenang jasa-jasa ulama dengan cara memperingati hari meninggalnya ulama. Tradisi seperti ini perlu untuk dipertahankan karena dapat memotivasi generasi sekarang untuk meniru tindak tanduk dan perilaku para ulama dalam menyebarkan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat.
Selain itu, tradisi seperti ini juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam, karena biasanya dalam memperingati hari meninggalnya ulama yang sering diistilahkan dengan haul, diselenggarakan acara-acara religius. Misalnya, membaca Al-Qur‘an, tahlil, shalawat, sedekah, dan lainnya.
Salah satu ulama yang jasa-jasanya senantiasa dikenang oleh masyarakat Pekalongan adalah Habib Ahmad bin Thalib. Beliau dilahirkan di kota Hajren, Hadramaut, Yaman, pada 1255 Hijriah atau 1836 Masehi. Pada masa mudanya, beliau menuntut ilmu di Makkah dan Madinah. Salah satu guru beliau yang terkenal adalah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Baca entri selengkapnya »