Keutamaan Menginfakkan Harta di Jalan Allah

sedekahOleh: Yasir Maqosid, Lc

(Wakil Pengasuh Ponpes Syafii Akrom Pekalongan)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir (berisi) seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Ali Imran: [3] 261)

Pada terjemahan ayat di atas, Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang yang mau menginfakkan hartanya di jalan Allah. Setiap harta yang diinfakkan akan dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali, bahkan lebih banyak lagi, karena karunia Allah sangatlah besar.

Orang yang mau menginfakkah harta di jalan Allah tidak perlu khawatir akan jatuh miskin. Sebab, harta yang dikeluarkannya itu akan diganti oleh Allah swt. Allah swt berfirman, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia lah (Allah) Maha Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba` [34]:39).

Islam mengajarkan pada pemeluknya untuk menginfakkan harta kepada orang yang berhak, misalnya fakir miskin, anak yatim, maupun untuk membangun fasilitas-fasilitas yang menunjang dakwah.

Sekarang ini umat Islam sangat butuh terhadap fasilitas-fasilitas dakwah ini. Sebab, dengan adanya fasilitas tersebut, dakwah Islam akan semakin mudah menjangkau sasaran.

Salah satu fasilitas dakwah yang diperlukan pada saat ini adalah sarana informasi. Sarana informasi bisa berupa radio, televisi, surat kabar, majalah, maupun buletin jum’at. Dengan adanya sarana informasi yang bernuansa Islami, umat Islam akan semakin mengenal ajaran dan keindahan agama Islam. Selain itu, mampu membendung dampak-dampak negatif yang sering terjadi di masyarakat.

Sebagai contoh, apabila di suatu daerah terdapat tempat maksiat semisal diskotik yang merusak masyarakat. Maka untuk menanggulanginya diperlukan media Islami yang senantiasa mengabarkan dampak negatif dari diskotik tersebut. Media Islami harus menjelaskan sisi-sisi apa saja yang bertentangan dengan ajaran Islam, kemudian mengajak masyarakat untuk berperan aktif menghentikan diskotik tersebut. Sebab, jika tidak dihentikan maka akan semakin besar sehingga akan sulit lagi untuk dibendung.

Oleh karena itu, peranan sarana informasi sangatlah urgen. Dengan demikian, menginfakkan harta untuk mendirikan sarana-sarana informasi sudah menjadi kelaziman. Selanjutnya, orang yang menginfakkan hartanya tersebut juga akan mendapatkan pahala yang mengalir sepanjang waktu. Artinya, meskipun jasadnya sudah di dalam tanah, tetapi pahala yang akan didapatkannya akan tetap terus mengalir.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw, “Ketika anak cucu Adam meninggal, maka amalnya akan terputus kecuali tiga perkara; sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya. (HR. Muslim, dari riwayat Abu Hurairah).

Menginfakkan harta juga dapat melebur kesalahan. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sedekah dapat melenyapkan kesalahan sebagaimana air yang melenyapkan api.” (HR. at-Tirmidzî)

About these ads

1 Tanggapan so far »

  1. 1

    Adie berkata,

    Assalamualaikum. JazakAllah atas artikel ini. Cuma ingin saya betulkan. ayat pertama: dari surah Al-Baqarah. 2:261.

    Bukan dari surah Ali-Imran..surah Ali Imran hanya ada 200 ayat sahaja.
    Harap diperbetuli.
    Sekian.
    Salam dari Ireland.
    =)


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: