Memuliakan Para Ulama dan Orang yang Bertakwa

ulama pewaris nabiOleh: H. Yasir Maqosid, Lc

(Pengasuh Pondok Pesantren Syafi’i Akrom – Jenggot Pekalongan Selatan)

Memuliakan para ulama dan menghormati orang-orang yang bertakwa merupakan salah satu akhlak yang luhur. Tiap hari kita diperintahkan untuk melakukan itu tidak kurang dari sepuluh kali. Setiap kita melaksanakan shalat, tentunya kita akan memuliakan para ulama sebagaimana dalam bacaan tasyahud: Segala kehormatan teruntuk Allah beserta shalawat yang bertabur kebaikan. Semoga salam beserta rahmat dan berkah dari Allah senantiasa tercurah atasmu wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah atas kita dan atas hamba-hamba Allah yang shalih…

Al-Qur’an mengagungkan kedudukan ulama dalam Islam. Sebab, para ulama adalah orang-orang yang memiliki rasa takut terhadap Allah dengan sebenar-benarnya. Allah swt berfirman, Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.(Fathir[35]:28) Para ulama adalah insan yang memiliki makrifat tinggi terhadap Allah, oleh karena itu Allah bersaksi atas keimanan dan ketauhidan mereka. Sebagaimana dalam firman-Nya, Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).(Ali-‘Imrân[3]:18). Oleh karena itu, Alah memuliakan para ulama. Alah swt berfirman, “Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?” (Az-Zumar[39]:9).

Demikianlah, wajib bagi kita untuk menghormati para ulama, memuliakan dan memosisikan mereka lebih dari pada yang lain. Selain itu wajib pula untuk memberikan hak-hak mereka secara proporsional, tanpa mengurangi ataupun berlebihan. Rasulullah saw bersabda, “Tidak termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi orang muda kami dan mengagungkan orang tua kami serta mengerti hak-hak orang alim kami.”(Hadits hasan riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Salah satu bentuk memuliakan ulama adalah menjadikan mereka sebagai idola. Tingkah laku, pola pikir, dan akhlak mereka hendaklah dijadikan panutan. Sebab, dengan menjadikan ulama sebagai idola maka seseorang akan lebih termotivasi untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Sayangnya, kenyataan yang kita saksikan sekarang ini menunjukkan sesuatu yang sangat memprihatinkan. Generasi muda lebih suka mengidolakan artis dan selebritis. Padahal perilaku para artis itu banyak sekali yang bertentangan dengan ajaran agama. Misalnya budaya berpakaian yang tidak menutup aurat, bahkan mengumbar aurat. Padahal Islam mengajarkan kita untuk menutup aurat untuk menjaga harga diri sebagai seorang muslim.

Apabila seseorang sudah mengumbar auratnya, maka yang akan timbul adalah kerusakan di muka bumi. Selanjutnya adalah budaya pacaran, cipika cipiki, dan budaya-budaya maksiat lainnya yang sangat bertentangan dengan norma-norma ketimuran dan ajaran Islam. Sementara itu, betapa banyak harta dan kedudukan yang tinggi diperoleh oleh meraka para artis dan selebritis. Padahal penghormatan seperti itu tidak pernah diberikan terhadap orang alim dan orang shalih pada zaman sekarang ini.

Sarana informasi berupa media cetak maupun media audio dan visual berusaha menanamkan image bahwa yang pantas dijadikan panutan adalah para artis dan selebritis. Bencana seperti ini mengakibatkan para generasi muslim tidak mengenal dan memiliki panutan dan suri tauladan yang baik. Mereka hanya akan mengidolakan para artis dan selebritis. Sementara itu, pola pikir generasi sekarang tidak jauh dari yang namanya mode, gaya hidup, yang semuanya bermuara pada perbuatan maksiat. Jika ini terus menerus berlangsung, maka kita sudah berada di ambang kehancuran dan bersiap-siaplah menerima adzab dari Allah.

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    khudri berkata,

    mudah mudahan para pemuda selaku penerus bangsa bisa menconto tingkah laku para alim ulama terdahulu… yang tak kenal upah,,, amien

  2. 3

    Ratno berkata,

    Sya b’hrap pra pmuda khusUsx d ngara q yg t’cnta indonesia mau kmbAli kpda uLama’ krn hdis nbi: akn zaman d mNa umatku mNjaui pRa uLma’ kmduian ALLAH S.W.T. mNurunkan 3 cBaan : pmimpin yg dzolim, hrta yg tdk b’manfaAT, DAn ia d kLuarkan dri bmi tnpa mMbAwa iman….

  3. 4

    Yudi sofiyudin berkata,

    Dawuh rosul.. Man akroma aaliman faqod akromanii, waman akromanii faqod akromallooh, waman akromalloh fama’waahul jannah.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: